🏮 Materi Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan

meskipunada sedikit perbedaan persepsi namun tetap bisa berjalan dan bekerjasama dengan baik. Saran dari hasil penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memberikan pembeda pada penggajian. Selain itu juga memberikan rekomendasi pada penelitian selanjutnya untuk meneliti tingkat kepuasan pelayanan pemandu wisata dengan Operator PRdan humas memiliki posisi bagaimana mempengaruhi persepsi publik melalui media. Profesional PR membuat siaran pers, mengatur konferensi pers, dan bekerjasama dengan media untuk pemberitaan. Humas dan PR dibutuhkan di bagian pemasaran (marketing), biro iklan, lembaga pemerintah, perusahaan, dan organisasi nirlaba. 2. Perencanaan Acara (Event Materipertama mata pelajaran Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan yaitu Berkomunikasi di Tempat Kerja. Ingin tahu materi lebih jelasnyaYuk simak penj LihatJuga. Penerapan pembelajaran kooperatif model jigsaw untuk meningkatkan softskill dan hasil belajar siswa pada mata diklat kemampuan bekerjasama dengan kolega dan pelanggan di SMK Ardjuna 2 Malang / Maulidatul Chusnia oleh: Chusnia, Maulidatul Terbitan: (2012) ; Penerapan metode pembelajaran problem solving dan problem posing untuk meningkatkan prestasi belajar mata diklat berkerjasama Masalahdalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan kreativitas guru dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan kelas X AP SMK Swasta Marisi Medan T.P 2013/2014.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kreativitas guru dengan prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran bekerjasama dengan kolega dan Lestari Titik Sri (2009) Pelaksanaan pembelajaran kontekstual metode questioning untuk meningkatkan kemampuan bertanya dan menjawab serta hasil belajar pada mata pelajaran bekerj BilingualSMA Modul Bekerjasama Dg Kolega Dan Pelanggan Jl.2 Pengarang Sri Endang Kode Buku , buku SD, buku SMP, buku SMA, buku SMK, buku TK, buku spm, soal ujian, soal sd, soal smp, soal sma, buku pelajaran, kurikulum 2013 - BukuErlangga.co.id DenganKolega Dan Pelanggan Dari Latar Belakang Yang Beragam Menangani Situasi Konflik 1 Dasar Hygiene Dan Menggali Dan Merinci Informasi Tentang Industri Perhotelan Mengelola Sanitasi, Keselamatan Kerja D. Ruang Lingkup 1. Ruang Lingkup Bekerjasama dengan Kolega dan Pelanggan 2. Berkomunikasi Melalui Telepon 3. Bekerjasama Dengan Tim 4. Bekerjasama dengan kolega / materi Food and Beverage service - 085204888418 BEKERJA SAMA DENGAN KOLEGA DAN PELANGGAN. 1. Berkomunikasi di tempat kerja. Proses komunikasi merupakan aktivitas yang sangat penting dalam kehidupan ini, tidak terkecuali dalam melaksanakan aktivitas di tempat kerja. Tanpa komunikasi yang baik ,hidup dan bekerja tidak . BEKERJA SAMA DENGAN KOLEGA DAN BEKERJASAMA DALAM TIM 1Pengertian tim Dilihat dari asal katanya , tim merupakan terjemahan dari kata Inggris yaitu, together, everyone dan achieves, yang artinya bekerja sama. Maksudnya jika sesuatu pekerjaan dikerjakan dengan cara bekerja sama maka akan dapat mencapai hasil yang lebih baik, jadi dengan bekerja sama dalam satu tim maka hasil yang dicapai akan lebih besar dari pada dikerjakan secara perorangan. Tim merupakan bentuk khusus dari kelompok kerja yang berbeda dengan bentuk-bentuk kelompok kerja lainnya. Tim beranggotakan orang-orang professional yang dikoordinasikan untuk bekerja sama dalam menangani suatu tugas atau pekerjaan tertentu. Dengan kata lain tim adalah sekelompok orang dengan latar belakang keahlian yang menjalin kerja sama untuk mencapai tujuan bersama. 2Ciri-ciri sebuah tim Ciri-ciri sebuah tim adalah sebagai berikut Setiap anggota tim mempunyai ciri-ciri dan identitas yang sama Setiap anggota tim mengetahui misi,tujuan dan sasaran yang ingin di capainya Setiap anggota tim di bawah seorang anggota pimpinan yang sama Setiap anggota tim merasakan dampak keberhasilan dan kegagalan Setiap anggota tim saling bekerjasama dan berkolaborasi dalam melaksanakan tugas Tim terdiri atas berbagai macam orang dengan latar belakang keahlian yang berbeda-beda 3Faktor-faktor pembentukan tim Faktor-faktor yang mendasari peembentukan tim adalah Pemikiran dua orang atau lebih cenderung lebih baik dari pada hasil pemikiran satu orang Konsep sinergi 1+1>2,yaitu bahwa hasil keseluruhan tim jauh lebih baik dari pada jumlah bagianya Anggota tim dapat saling mengenal dan saling percaya,sehingga mereka dapat saling percaya,sehingga mereka dapat saling membantu dan bekerjasama Kerjasama tim dapat menyebabkan komunikasi terbina dengan baik Tim atau kelompok kerja pada umumnya bermuara untuk mensukseskan tujuan suatu organisasi. Tim merupakan pengembangan dari suatu manajemen strategi dalam suatu organisasi,institusi,atau kerja ini merupakan unit yang fundamental dari suatu organisasi. Tim kerja itu ada yang bersifat formal dan ada pula yang bersifat informal. Tim kerja yang bersifat formal,meliputi kelompok kepemimpinanyang terdiri dari manager,staf,dan karyawan. Tim yang bersifat informaltimbul secara spontan dalam lingkungan organisasi,tanpa adanya dorongan dari manajemen. Orang pada umumnya setuju bahwa dalam lingkungan pekerjaan jarang terjadi bahwa suatu keberhasilan merupakan hasil dari prestasi satu orang. Keberhasilan itu merupakn hasil prestasi bersama seluruh anggota tim. Dalam suatu organisasi atau perusahaan maka keberadaan suatu tim structural atau tim fungsional merupakan strategi untuk meningkatkan produktifitas kerja ,pendayagunaan sumberdaya efektif,penghematan biaya,peningkatan kualitas produk dan pelayanan dan sebagainya. Dengan melalui sebuah tim kerja yang baik maka hasil yang dramatis. Dengan jumlah orang yang sama dan tidak terlalu banyak dapat mengerjakan tugas atau pekerjaan yang sama. Menurut kasali,desain teamwork memerlukan sumberdaya manusia yang kuat,unggul,dan komplementer. Tanpa keahlian dan kompetensi yang memadai maka keberadaan suatu tim akan menjadi sia-sia. Adanya anggota tim yang terlalu unggul juga bias menimbulkan dissynergy. Oleh karena itu,diperlukan kehati-hati an dalam mengubah desain tim kerja dari yang bersifat vertikal ke horizontal atau dari tradisional ke modern. 4Karakteristik sebuah tim Utuk menjadi suatu tim kumpulan orang itu harus memiliki karakteristik sebagai berikut Ada kesepakatan terhadap misi tim Agar suatu kelompok orang dapat menjadi suatu tim yang dapat bekerjasama secara efektif jika semua anggotanya memahami dan menyepakati misi dan tujuan tim Semua anggota mentaati peraturan yang berlaku Suatu tim mempunyai peraturan tersendiri sebagai landasan kerja dalam rangka mencapai misi dan tujuan. Sekelompok orang dapat menjadi suatu tim apabila mereka mentaati peraturan atau norma yang berlaku. Adanya pembagian tugas,tanggung jawab dan wewenang Suatu tim dikatakan dapat berjalan dengan baik jika tugas,tanggung jawab dan wewenang dibagi secara adil dan bijaksana kepada setiap anggota. Suatu kelompok orang akan dikatakan sebuah tim jika terdapat pembagian tugas,tanggung jawab dan wewenang di antara para anggotanya. Dapat beradaptasi terhadap perubahan Setiap anggota tim harus dapat saling membantu dan saling beradaptasi secara sehat dan positif terhadap perubahan yang terjadi. Sekumpulan orang akan di sebut sebuah tim jika para anggotanya dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. 5Prinsip-prinsip kerjasama dalam tim Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam membentuk suatu tim adalah Identitas pribadi anggota tim Setiap anggota tim harus mengenal identitas dan karakter pribadi masing-masing. Suatu tim tidak akan dapat berjalan efektif apabila para anggotanya tidak merasa cocok satu sama lain. Hubungan antar anggota tim Agar setiap anggota tim dapat bekerjasama,mereka tentu saja harus saling mengenal,saling berhubungan dan saling berkomunikasi. DAN TUJUAN BEKERJA DALAM TIM 1Fungsi dan manfaat bekerja dalam tim Manfaat bekerjasama dalam tim adalah sebagai berikut manfaat bagi organisasi – Meningkatkan produktivitas kerja – Meningkatakan kualitas kerja – Meningkatkan mentalitas kerja – Meningkatkan kemajuan organisasi Manfaat aggota – Stress atau beban kerja akibat pekerjaan akan berkurang – Tanggung jawab atas pekerjaan dipikul bersama – Memperoleh balas jasa dan penghargaan – Sebagai media aktualisasi diri – Dapat menyalurkan bakat dan kemampuannya 2Tujuan bekerja dalam tim Pada dasarnya tujuan bekerja dalam tim didasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini Kesatuan tujuan Prinsip kesatuan tujuan ini mencakup kebersamaan visi,misi,sasaran dan program kerja tim Efisiensi Suatu tim yang efisien adalah tim yang bekerja tanpa pemborosan dan kecerobohan sehingga member kepuasan kerja Efektitifitas Suatu tim di sebut efektif jika telah memiliki cirri-ciri berikut ini yang jelas dan operational yang memadahi percaya yang baik negosiasi yang tepat TUJUAN,TUGAS,DAN TANGGUNG JAWAB DALAM TIM 1Tugas dan tanggung jawab anggota tim Mewujudkan tujuan dan misi tim Memelihara kebersamaan dalam tim Mematuhi dan melaksanakan ketentuan atau norma yang berlaku dalam tim Merealisasikan tugas dan pekerjaanya dengan sebaik-baik nya Menjaga nama baik dan kerahasiaan tim Menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan pekerjaan tim Memberikan kontribusi yang nyata memajukan kerjasama tim Ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tim serta menerima dan melaksanakan keputusan tim dengan penuh keiklasan dan rasa tanggung jawab 2Tugas dan tanggung jawab pimpinan tim Kreatif dan proaktif dalam memberikan dukungan terhadap kerjasama tim Membimbing dan mengarahkan seluruh anggota dalam pelaksanaan kerjasama tim Menanggapi dan menangani setiap permasalahan yang timbul sebagai dampak negative dari kerjasama tim Memikul seluruh tanggung jawab terhadap maju mundurnya kerjasama tim Memberikan komando terhadap pelaksanaan tugas dan kegiatan tim 3Tugas dan tanggung jawab terhadap anggota pasif Untuk mengatasi anggota tim yang pasif maka pimpinan melakukan langkah-langkah sebagai berikut Pimpinan bertindak tegas Pimpinan jangan ragu menegur Pimpinan harus cerdas dalam pembagian tugas kerja Pimpinan jangan sering menghandle pekerjaanya Pimpinan jangn ikut-ikutan pasif 4Strategi pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bekerja dalam tim Strategi untuk mengatasi berbagai kendala hambatan yang muncul ketergantungan Saling ketergantungan sangat di perlukan dalam tim adalah dalam hal komunikasi,sumber daya,pelaksanaan tugas dan sarana prasarana tugas Setiap tim harus di beri perluasan tugas sebagai tantangan kerena tantangan tersebut akn membentuk semangat persatuan,rasa kebanggaan,dan kesatuan tim Setiap anggota tim harus bersedia menghilangkan sikap individualisnya,dalam rangka mencapai tujuan bersama. yang umum yang di bagi rata pemecahan masalah menangani konflik atau tindakan Penghargaan dan pengakuan atas tugas-tugas yang terlaksana dengan baik akan memotivasi anggota tim untuk bekerja lebih giat dan tangkas dalam rangka mencapai tujuan berikutnya PERKEMBANGAN TIM Sebuah tim kerja yang berprestasi tidak terbentuk secara instan melainkan melalui proses dan tahapan yang di mulai dari pembentukan rasa kekelompokan,fase pancaroba,fase pembentukan norma,sampai pada fase prestasi. 1Tahap pembentukan rasa kekompakan Tahap pembentukan rasa kekompakan merupakan tahap awal dalam proses kerja sama tim. Pada tahap ini setiap individu dalam kelompok melakukan berbagai penjajakan terhadap anggota lainnya mengenai hubungan antar pribadi yang di kehendaki kelompok. Pada tahap pertama inilah secara berangsur-angsur mulai diletakan pola dasar prilaku tim,baik yang berkaitan dengan tugas tim maupun hubungan antar pribadi anggotanya. Pada tahap ini tujuan tim masih belum jelas kerena masih mencari-cari kaitanya dengan hubungan antar pribadi,semua anggotamulai meraba-raba dan menjajaki situasi tim. Hubungan satu sama yang lainnya diliputi oleh perasaan malu-malu,ragu-ragu,dan sikap sopan santun yang bersifat kondisi hubungan antar pribadi yang masih diliputi kekakuan seperti ini,tim belum mampu menghasilkan prestasi kerja yang berarti. Kondisi akhir yang diharapkan terjadi dalam face ini adalah hilangnya kekakuan dalam hubungan antar pribadi. Semua anggota merasa bahwa mereka berada dalam kesatuan luar mereka adalah orang-orang lain yang bukan termasuk anggota akhir dalam fase ini diharapkan terbentuknya rasa kekompakan di antara anggotanya. 2Tahap pancaroba Pada fase kedua dari proses perkembangan tim adalah upaya memperjelas tujuan tim mulai tampak dan partisipasi anggota atau tidak sadar,pada tahap ini anggota tim mulai mendeteksi kekuatan dan kelemahan masing-masing anggota tim melalui proses interaksi ini di tandai oleh mulai terjadinya konflik satu sama lain,karena setiap anggota semakin menonjolkan rasa keangkuhan nya yang merasa kuat mengeksploitir anggota lain yang terlihat lemah,atau bahkan ada anggota yang terlihat menentang tim satu cirri penting dari fase ini adalah dengan berbagai cara apapun anggotanya akan tetap saling mempengaruhi satu sama karena itu pada tahap ini sangat rawan konflik dan ketegangan. Secara perlahan-lahan mulailah terlihat karakteristik gaya kepribadian masing-masing anggota tim. Ada yang ingin menang sendiri,ada pula yang lebih suka mengalah,bahkan ada yang mudah tersinggung dan kecewa,sehingga keluar dari anggota tim. Akan tetapi ada pula anggota yang pandai menghimpun berbagai aspirasi yang berbeda menjadi satu kesatuan pendapat yang bias diterima oleh seluruh anggota tim. Dalam tahap pancaroba,semua anggota sudah mulai mengenal siapa dirinya dan siapa orng lain dalam terlihat kekuatan dan kelemahan masing-masingdan mulai di ketauhi siapa yang pantas diserahi tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan tim,siapa pemikir siapa pelaksana dan lain sebagainya sehingga peran masing-masing anggota mulai jelas. Dalam perkembangan sebuah tim,fase pancaroba ini merupakan fase paling panjang perjalanan waktu nya. Sebab dalam fase inilah melalui berbagai bentuk konflik dan kerjasama muncul kesadaran dan pemahaman dari setiap anggota tim tentang adanya aspek-aspek kepribadian yang unik dalam hubungan interpersonal,seperti perbedaa persepsi,perbedaan cara berkomunikasi,perbedaan gaya kepemimpinan,perbedaan wawasan,dan jauh kemampuan setiap anggota tim dalam mengantisipasi perbedaan-perbedaan tersebut akan menentukan tinggi rendahnya tingkat efektivitas kerja tim. 3Tahap pembentukan norma Dalam fase ketiga ini meskipun konflik masih terjadi,tetapi anggota tim mulai terlihat karakteristik kepribadian masing-masing secara lebih mendalam,sehingga dapat memahami mengapa terjadi perbedaan konflik. Setiap anggota tim mulai mengatur cara-cara berkomunikasi dengan orang-orang tertentu,cara malah membantu orang lain dengan cara memperlakukan orang lain dalam tim. Dengan adanya pemahaman demikian maka ikatan dan rasa percaya serta kepuasan hubungan dan consensus di antara tim dalam pengambilan keputusan meningkat. Setiap anggota mulai merasakan perlunya kesatuan pendapat mengenai prilaku yang boleh dan yang tidak boleh ditampilkan dalm pergaulan tim nya,sehingga melahirkan nilai-nilai dan norma kelompok. Kondisi akhir dari tahap pembentukan norma ini adalah terciptanya suasana kerja yang penuh keharmonisan dalam tim. 4Tahap berprestasi Pada fase berprestasi ini,tim sudah memiliki suasana hubungan kerja yang harmonis antara anggota yang satu dengan yang lainnya. Norma kelompok sudah di sepakati. Demikian pula tujuan dan tugas tim serta peran masin-masing anggota telah mulai jelas. Terwujud suatu keterbukaan dalam komunikasi,interaksi,dan kerjasama dengan mentolerir perbedaan pendapat. Pada tahap inilah sebuah tim dapat berprestasi dan menjadi tim yang solid. Dalam hal ini tim mampu berbuat secara efektif dan produktif,sehingga tim menampilkan prestasi kerja yang optimal. Dalam hal ini fungsi kepemimpinan sangat mewarnai kinerja tim. Kedewasaan anggota tim juga menentukan sejauh mana kemampuan bertahan dari sebuah tim dalam melewati tahapan kesulitan. BUDAYA DALAM TIM Setiap tim pasti memiliki cirri khas dan karakter budaya masing-masing. Secara umum terdapat lima karakter budaya tim yaitu Tim yang berfungsi penuh Suatu tim kerja yang berfungsi penuh adalah kelompok kerja yang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas dan pencapaian tujuan nya. Tim kerja memiliki pemahaman dan komitmen yang jelas untuk mencapai tujuannya. Tim yang menyenangkan Suatu tim kerja yang menyenangkan adalah kelompok kerja yang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaanya dilakukan secara baik dan harmonis. Kerjasama dalam tim ini sangat baik kekeluargaan,dan tolong menolong,sehingga menyenangkan bagi anggotanya. Tim yang tidak berfungsi Tim yang tidak berfungsi adalah suatu kelompok kerja yang tingkat produktivitas kerjanya sangat rendah. Tim seperti ini biasanya tidak berlangsung lama atau cenderung cepat bubar karena para anggotanya tidak puas,baik dalam hubungan antar pribadi maupun hubungan dengan tim. Pada tim ini kepemimpinan tidak berjalan semestinya. Tim kaku Adalah suatu kelompok kerja yang memiliki kemampuan menyelesaikan tugas dan prestasi cukup tinggi akan tetapi fungsi sosialnya buruk. Tim seperti ini juga tidak bias bertahan lama. Sebab para anggota nya cenderung tidak mau bekerjasama kerena menganggap dukungan dan iklim social dalam tim tidak kondusif. Tim yang sedang-sedang saja Tim yang sedang-sedang saja adalah kelompok kerja yang dalam melaksanakan aktivitasnya berlangsung sedang-sedang saja. Tim ini dalam menyelesaikan tugas tidaka dapat di katakana gagal mutlak,tetapi tidak juga dianggap sukses kerena penampilan atau kinerjanya hanya sedang-sedang saja. Keberlangsungan tim ini cenderung berumur pendek karena kurang berprestasi. TANGGUNG JAWAB TIM Pembentukan tim kerja biasanya didasarkan pada bidang-bidang kegiatan yang perlu segera ditangani secara baik dan professional. Oleh karena itu,bentuk-bentuk tanggung jawab masing-masing tim beda-beda. Pada saat membentuk sebuah tim menajer atau pemimpin perusahaan biasanya harus mempertimbangkan terlebih dahulu hal-hal berikut ini Tingkat kemampuan teknis yang di miliki anggota tim yang petensial Tingkat kecakapan dalam hububungan antar pribadi dan dimiliki anggota-anggota tim yang potensial Pada saat memilih anggota ataupun pimpinan tim maka harus mempertimbangkan 4 kriteria berikut kepribadian dan prilaku antar pribadi komunikasi administrasi dan pengalaman Pimpinan tim sebaiknya memanfaatkan panduan berikut pada saat memutuskan jenis tim atau kelompok yang akan di bentuk. Apabila bertujuan untuk menyelidiki,menasehati,dan melaporkan hasil-hasil temuan kepada pihak manjemen maka bentuklah PANITIA. Apabila bertujuan memecahkan suatu masalah khusus dengan sengaja maka bentuklah GUGUS TUGAS. Apabila tujuan memenuhi syarat proses memperbaiki kualitas,menekan pemborosan,atau memperbaiki produktifitas di seluruh jajaran departemen maka bentuklah KELOMPOK PENYEMPURNAAN DEPARTEMEN ATAU BAGIAN. Apabila tujuan mengorganisasikan berbagai macam orang atau pegawai dengan berbagai macam ketrampilan dan pengetahuan yang harus di mencapai tujuan-tujuan bisnis dengan satu pendekatan terarahmaka pertimbangkanlah untuk membentuk TIM. Prinsip lain yang juga sangat penting dalam pemilihan anggota tim adalah mempertimbangkan Kemampuan teknis orang-orang untuk menyelesaikan pekerjaanya Kemampuan orang-orang dalam memadukan pekerjaan dengan orang lain untuk meraih tujuan bersama Kemampuan untuk mengatur orang lain Keselarasan antara bentuk dan fungsi tim yang dijalankan Berdasarkan bentuk-bentuk tanggung jawabnya tim menurut Johnson,Kanther,Kikoradalam Goest dan Davis,1994 dapat diklasifikasikan ke tiga jenis berukut ini 1Tim penyempurnaan departemen Tim ini terdiri dari kumpulan orang-orang professional yang bertugas menyempurnakan organisasi dan manajemen suatu departemen. Bentuk-bentuk tanggung jawab tim penyempurnaan departemen jawab professional tim ini di arahkan pada peningkatan pengendalian kualitas produk dan pelayanan jawab moral tim ini diarahkan pada perbaikan sikap mental para pegawai atau karyawan jawab social tim ini di arahkan pada peningkatan kualitas pelayanan masyarakat luas jawab institusional tim ini di arahkan pada peningkatan dan perluasan usaha dan kegiatan departemen 2Tim perbaikan proses Tim perbaikan proses adalah tim kerja yang bertugas untuk melakukan perbaikan terhadap keseluruhan proses kegiatan atau produk tertentu. Bentuk-bentuk tanggung jawab tim perbaikan proses Tanggung jawab professional tim di arahkan pada peningkatan kualitas Tanggung jawab moral tim di arahkan pada perbaikan sikap dan prilaku kerja Tanggung jawab institusional tim ini di arahkan pada peningkatan,perluasan usaha,kegiatan organisasi,lembaga,instansi dan perusahaan 3Gugus tugas Gugus tugas dapat di sebut juga tim proyek,yaitu tim kerja sementara yang di bentuk untuk suatu misi dan tujuan tertentu. Bentuk-bentuk tanggung jawab tim gugus tugas Tanggung jawab professional tim di arahkan pada peningkatan kualitas Tanggung jawab moral tim ini di arahkan pada perbaikan mentalitas kerja anggota tim proyek Tanggung jawab social tim proyek ini diarahkan pada peningkatan pelayanan terhadap masyarakat Tanggung jawab tim institusional di arahkan pada peningkatan dan perluasan proyek INTERNAL-VERTIKAL Hubungan internal adalah hubungan kerja yang terjadi di dalam lingkungan organisasi atau perusahaan sendiri. Hubungan internal ini menyangkut hubugan kerja antara atasan dengan bawahan. Hubungan invertical adalah hubungan kerja yang terjadi di antara atasan atau pimpinan dengan bawahan atau karyawan. Hubungan internal-vertikal perlu di bina terus-menerus karena merupakan faktor yang sangat penting di dalam suatu kerjasama tim. Dalam hal ini pimpinan perlu membina hubungan komunikasi yang harmonis dengan semua anggota tim. Dengan adanya hubungan langsung secara pribadi antara pimpinan dengan par anggota maka akan di peroleh informasi yang sangat penting bagi kemajuan kerjasama tim. Dalam hal ini pimpinan akan dapat mengetahui berbagai pendapat,saran,keluhan,keinginan,harapan,dan kebutuhan anggota tim. Hubungan kerja internal-vertikal yang paling penting dalam suatu sistem organisasi adalah terjalinnya komunikasi yang efektif antara pimpinan dengan bawahan. Hubungan internal-vertikal antara pimpinan dengan staf dan antara pimpinan dengan pegawai 1Hubungan antara pimpinan dengan staf Staf melayani pimpinan dalam semua tingkat manajemen Staf berperan membantu dan melayani pimpinan dalam pekerjaan sehari-hari Staf berperan sebagai penasihat pimpinan dalam menentukan pemecahan suatu masalah Staf berperan sebagai perantara antara pimpinan dan karyawan Staf melaksanakan tugas berdasarkan komando pimpinan 2Hubungan internal-vertikal pimpinan dengan pegawai atau karyawan Arah aliran informasi berlangsung secara vertical ke bawah dan ke atasmelalui rantai komando dalam struktur organisasi Hubungan vertical ke bawah dapat berupa perintah,pengarahan,petunjuk dan evaluasi Hubungan vertical ke atas dapat berupa laporan prestasi kerja,pendapat,sarana,permohonan bantuan,keluhan,dll INTERNAL-HORIZONTAL Hubungan internal-horizontal adalah hubungan yang berlangsung secara mendatar antar staf atau antar karyawan yang masing-masing mempunyai kedudukan yang setingkat atau selevel. Hubungan ini dapat berlangsung satu atau dua arah. Hubungan kerja yang bersifat internal-horizontal antara lain hubungan kerja antar pegawai dan hubungan kerja atar staf. 1Hubungan kerja antar pegawai Ciri-cirinya Hubungan kerja antar pegawai berlangsung secara timbale balik Tidak bersifat instruktif Bersifat informative dan koordinatif Masing-masing staf harus bekerjasama saling pengertian dan saling percaya 2Hubungan kerja antar staf Ciri-cirinya Bersifat hubungan koordinatif Berlangsung secara dua arah atau timbale balik Antar staf harus saling pengetian Berfungsi tidaknya hubungan internal-horizontal ini dapat di ketahui dan di rasakan dari ada tidaknya hubungan yang akrab dan harmonis di antara pegawai dalam satu tim kerja. DAN MANFAAT INTERPERSONAL RELATIONSHIP 1Arti interpersonal relationship Adalah suatu hubungan komunikasi antar pribadi yang terjadi di lingkungan pekerjaan atau kepegawaian. Hubungan kepegawaian ini merupakan factor yang sangat penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas dan pekerjaan masing-masing pegawai. Oleh karena itu,hubungan antar pegawai perlu terus di bina dan di tingkatkan agar semakin dinamis. Kegiatan-kegiatan yang dapat yang dapat di kembangkan dalam rangka membina hubungan kepegawaian adalah program pengembangan pegawai Meningkatkan efektifitas kerja Meningkatkan kualitas kerja pegawai Menstabilkan jumlah pegawai Mengembangkan karir pegawai program perbaikan gaji atau upah pegawai Meningkatkan kesejahteraan pegawai Memenuhi hak-hak pegawai Menyesuaikan gaji atau upah pegawai program penempatan pegawai program liburan atau rekreasi program pemberian hadiah program konseling 2Manfaat interpersonal relationship Untuk mendapatkan saling pengertian antara pimpinan dan semua pegawai yang ada Mendapatkan data-data lengkap tentang sikap dan prilaku kerja para pegawai Menciptakan hubungan kerjasama dan kemitraan yang sehat dan harmonis Menciptakan rasa aman kepad pegawai Menanamkan rasa kebarsamaan dan royalitas Menanamkan rasa tanggung jawab kepada para pegawai INTERPERSONAL RELATIONSHIP Komponen-komponen interpersonal relationship dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing 1Top manager Menentukan seluruh perncanaan,memberikan gambaran tentang keadaan dan kebutuhan kantor Menempatkan orang yang cakap dalam kedudukan tertentu dengan member upah yang layak yang sesuai dengan hasil kerja yang di capai Melaksanakan pengawasan Memelihara dan mengembangkan sistem organisasi terpadu Menguasai dan menghayati tugas pokok masing-masing 2Middle manager Menerjemahkan tujuan dan kebijaksanaan menjadi rencana atau program kerja Melakukan pembagian tugas kepada bawahan Menentukan prosedur khusus bagi tiap-tiap tugas Menentukan batas waktu pelaksanaan suatu pekerjaan Menentukan alat-alat pengawasan yang sesuai 3Lower manager Memimpin pelaksanaan pekerjaan Bertanggung jawab langsung terhadap hasil dan mutu pekerjaaan Menjaga kualitas produk dari pekerjaan yang dihasilkan PENGEMBANGAN PROFESIONALISME KERJA 1Pengertian profesionalisme Istilah profesionalisme berasal dari kata profesi yang artinya bidang pekerjaan yang dilandasi keahlian tertentu. Jadi orang yang professional adalah orang yang ahli di bidang pekerjaan nya. Di era global sekarang ini kebutuhan terhadap tenaga kerja yang berkualitas sangat mendesak untuk mengantisipasi pasar bebas dan persaingan di bidang kenyataanya dunia kerja menghadapi kesulitan untuk memperoleh tenaga kerja yang professional. Oleh karena itu,salah sati unsure yang paling fundamental pada perusahaan bisnis adalah pengembangan profesionalisme kerja di kalangan pegawai. 2Cara pengembangan profesionalisme kerja Menyelenggarakan kegiatan penataran dan pelatihan terhadap para pekerja Memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat yang lebih tinggi Mengirim dan menyekolahkan par pekerja ke luar negeri Menyelenggarakan kegiatan seminar yang berkaitan dengan kualitas tenaga kerja Menyediakan fasilitas dan bantuan dana terhadap para pekerja yang berprestasi untuk meningkatkan keahlian dalam bidangnya Didalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu dekat dengan apa yang disebut belajar. Belajar adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Arief Sardiman 1995 5 mengungkapkan “Belajar adalah suatu aktivitas secara sadar untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang bersifat pengetahuan kognitif, nilai dan sikap afektif maupun yang menyangkut keterampilan psikomotorik, secara integral dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan”. Winkel 1996 53 mengungkapkan pula bahwa “Belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Perubahan itu bersifat relatif konstan dan berbekas”. Menurut Sumadi Suryabrata 1995 249, ada beberapa hal pokok belajar, yaitu 1Bahwa belajar itu membawa perubahan 2Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru. 3Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha dengan sengaja. Dari berbagai definisi di atas, maka yang dimaksudkan dengan belajar dalam penelitian ini adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh individu yang mengakibatkan perubahan tingkah laku yang berupa pengetahuan aspek kognitif, sikap aspek afektif, keterampilan aspek commit to user psikomotorik, dimana perubahan tersebut terjadi karena usaha sadar dari individu yang sedang belajar. b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar Belajar merupakan suatu proses yang mengakibatkan suatu perubahan pada diri seseorang. Dalam kegiatan belajar, suatu keberhasilan dan kegagalan merupakan suatu masalah yang selalu akan dihadapi oleh subyek belajar. Keberhasilan dan kegagalan ini sendiri dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Muhibbin Syah 2009 132 menyatakan bahwa “Faktor yang mempengaruhi belajar siswa dibedakan menjadi tiga macam”. Faktor- faktor tersebut adalah 1Faktor internal faktor dari dalam siswa, yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani siswa. Terdiri dari dua aspek yaitu a Aspek fisiologis yang bersifat jasmaniah - Tonus jasmani - Mata dan telinga bAspek psikologis - Intelegensi - Sikap - Minat - Bakat - Motivasi 2Faktor eksternal faktor dari luar siswa, yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. Terdiri dua macam, yaitu a Lingkungan sosial - Keluarga - Guru dan staf - Teman bLingkungan nonsosial - Rumah - Peralatan - Alam 3Faktor pendekatan belajar approach to learning, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran. c. Hasil Belajar Cronbach dalam Sardiman 2007 20 menyatakan bahwa, “Learning is shown by a change in behavior as a result of experience.” Artinya belajar ditunjukkan dengan adanya perubahan dalam perilaku sebagai hasil dari pengalaman. Hal ini senada dengan pendapat Slameto dalam Asep Jihad dan Abdul Haris 2009 2 yang mengungkapkan bahwa, “Belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.” Yasyin 1997 202 mendefinisikan “Hasil adalah sesuatu yang menjadi akibat dari usaha”. Sedangkan belajar adalah perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan. Ada juga yang berpendapat bahwa hasil belajar sama dengan prestasi belajar. Abdurrahman dalam Asep Jihad dan Abdul Haris 2009 14 berpendapat bahwa, “Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.” Hal tersebut senada dengan yang diungkapkan oleh Juliah dalam Asep Jihad dan Abdul Haris 2009 15 bahwa, “Hasil belajar adalah segala sesuatu yang menjadi milik siswa sebagai akibat dari kegiatan belajar yang dilakukannya.” “Setelah melalui proses belajar maka siswa diharapkan dapat mencapai tujuan belajar yang disebut juga sebagai hasil belajar” Asep Jihad dan Abdul Haris, 2009 15, yaitu kemampuan yang dimiliki siswa setelah menjalani proses belajar. Oleh karena itu, proses belajar perlu dilalui untuk commit to user mencapai tujuan belajar yaitu hasil belajar yang dicapai oleh siswa sehingga proses belajar yang dilakukan oleh siswa akan mempengaruhi hasil belajar. Nana Sudjana 2005 3 mengungkapkan “Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris”. Syaodih 2003 179 menyatakan ”Hasil belajar bukan hanya berupa penguasaan pengetahuan, tetapi juga kecakapan dan keterampilan dalam melihat, menganalisis dan memecahkan masalah”. Menurut Bloom dalam Angkowo dan Kosasih 2007 53 mendefinisikan ”Hasil belajar mencakup tiga ranah, yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik”. 1 Ranah kognitif Ranah kognitif ada enam aspek pengetahuan yaitu mencakup ingatan akan hal-hal yang pernah dipelajari dan disimpan dalam ingatan; pemahaman yaitu mencakup kemampuan untuk makna dan arti dari bahan yang dipelajari; penerapan yaitu mencakup kemampuan untuk menerapkan suatu kaidah atau metode bekerja pada suatu kasus yang konkret dan baru; analisa yaitu mencakup kemampuan untuk merinci suatu kesatuan kedalam bagian-bagian, sehingga struktur organisasinya dapat dipahami dengan baik; sintesa yaitu mencakup kemampuan untuk membentuk suatu kesatuan atau pola baru; dan evaluasi yaitu mencakup kemampuan untuk membentuk sesuatu atau beberapa hal, bersama dengan pertanggungjawaban pendapat tersebut dengan kriteria tertentu. 2 Ranahafektif Ranah afektif ada lima aspek penerimaan yaitu mencakup kepekaan akan adanya suatu perangsang dan kesediaan untuk memperhatikan rangsangan itu; partisipasi yaitu mencakup kerelaan untuk memperhatikan secara aktif dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan; penilaian yaitu mencakup kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap sesuatu dan membawa diri sesuai dengan penilaian itu; organisasi yaitu mencakup kemampuan untuk membentuk suatu sistem nilai sebagai pedoman dan pegangan dalam kehidupan; dan pembentukan pola hidup yaitu mencakup kemampuan untuk menghayati nilai-nilai kehidupan sehingga menjadi milik pribadi dan menjadi pegangan yang nyata dalam kehidupan. 3 Ranahpsikomotor Ranah psikomotorik meliputi; kesiapan yaitu kesediaan untuk melatih diri tentang keterampilan tertentu meniru; yaitu kemampuan untuk melakukan sesuai dengan contoh yang dilihat walaupun belum tahu maknanya; membiasakan yaitu mampu melakukan modifikasi untuk disesuaikan dengan kebutuhan; dan menciptakan yaitu mampu membuat sendiri suatu karya. Jadi hasil belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. Aspek - aspek yang digunakan untuk mengukur kentutasan hasil belajar dalam penelitian ini adalah penerapan metode pembelajaran Numbered Heads Together, motivasi berprestasi dan partisipasi belajar siswa. d. Hasil Belajar Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Pengukuran hasil belajar dapat dilakukan dengan tes atau evaluasi. Alat evaluasi yang obyektif, menyeluruh dan berkesinambungan sangat diperlukan dalam kegiatan evaluasi hasil belajar. Jadi hasil belajar bekerjasama dengan kolega dan pelanggan adalah hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti pelajaran bekerjasama dengan kolega dan pelanggan yang mengakibatkan perubahan pada diri siswa berupa pengetahuan, pemahaman, kecakapan baru yang ditunjukkan dengan nilai. commit to user Teknik Komunikasi dengan Pelanggan, Pimpinan, dan Kolega Berikut ini adalah beberapa teknik berkomunikasi dengan pelanggan, pimpinan, dan dengan kolega. 1. Komunikasi dengan Pelanggan Pelanggan adalah orang atau lembaga/instansi/organisasi yang membeli barang atau jasa secara rutin atau secara berulang-ulang, karena barang atau jasa yang dibeli memiliki manfaat. Dalam hal ini terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan, antara lain yaitu a Senantiasa memberikan perhatian yang tulus dan sungguh-sungguh kepada pelanggan. b Menerima dengan baik seluruh masukan, saran dan kritikan yang diberikan oleh pelanggan dan harus ditindaklanjuti agar memberikan kepuasan kepada pelangan. c Senantiasa melaksanakan pelayanan yang prima terhadap seluruh kebutuhan pelanggan. d Fleksibel dalam kekurangan pembayaran atau menunda waktu pembayaran berhutang. e Memberikan diskon atau hadiah pada hari-hari tertentu. Mengetahui dan menangani keluhan pelanggan secara lebih dini merupakan sebuah sikap yang bijaksana dan tepat karena perusahan akan lebih mampu untuk mengantisipasi hal-hal yang bisa merugikan. Sekecil apapun kekecewaan pelanggan merupakan keluhan yang harus segera ditangani. Dari sinilah para petugas pelayanan harus mampu untuk mengatasi segala keluhan konsumen agar tidak semangkin membesar dan berdampak tidak baik bagi perusahaan. 2. Komunikasi dengan Pimpinan Komunikasi dengan pimpinan bisa dilakukan dengan komunikasi vertikal. Komunikasi vertikal adalah komunikasi ke atas atau ke bawah dengan rantai komando. Komunikasi ke bawah dimulai dari manajemen tingkat atas sampai kepada karyawan bukan supervisor. Manfaat dari komunikasi ini antara lain untuk memberikan perintah, petunjuk dan lain-lain serta membuka informasi kepada anggota organisasi mengenai tujuan dan kebijakan organisasi. Sementara komunikasi ke atas bermanfaat memberikan informasi kepada tingkatan yang lebih tinggi mengenai apa yang terjadi pada tingkatan yang lebih rendah. Komunikasi dengan pimpinan adalah komunikasi yang dilakukan dari bawahan ataupun pegawai kepada pimpinan untuk mendapatkan informasi, keterangan mengenai kegiatan dan pelaksanaan tugas atau pekerjaan yang akan serta sudah dilaksanakan oleh bawahannya. Bentuk-bentuk informasi yang disampaikan pegawai atau bawahan kepada pimpinannya yaitu berupa laporan, saran, keluhan, dan pendapat. Komunikasi yang dilakukan antara bawahan dengan atasan yang harmonis bisa meningkatkan semangat kerja serta kemauan bekerja secara efektif dan efisien. Dalam pelaksanaannya komunikasi antara bawahan dengan atasan dilakukan secara wajar, terbuka, jujur, serta komunikasi yang harmonis. {CATATAN Berikut 2 rekomendasi artikel terkait Dalam melaksanakan komunikasi dengan pimpinan maka perlu dipahami tehnik berkomunikasi dengan cara berpikir positif yang dikembangkan menjadi komunikatif, efektif serta efesien, maka bisa dilakukan sebagai berikut a Topik pembicaraan telah ditentukan sebelumnya. b Menyesuaikan situasi dengan topik pembicaraan. c Lawan bicara diberi kesempatan untuk menanggapi setiap reaksi, saran dan unsur atau gagasan. d Berbicara dengan gaya atau sikap yang menyenangkan lawan bicara. e Menghindari percakapan yang bersifat basa-basi. f Menghargai dan menghormati lawan bicara secara konsisten. g Menghindari ucapan yang bersifat menilai. h Menghindari respon yang mengandung pemberian nasehat. i Menghindari respon yang melemahkan atau mengancam. j Menghindari respon yang monoton. 3. Komunikasi dengan Kolega Kolega ialah teman atau rekan kerja. Jadi komunikasi dengan mereka bisa dilakukan secara horizontal, yaitu mencakup pola aliran dalam organisasi yang terjadi antara anggota-anggota kelompok kerja yang sama ataupun para pekerja pada organisasi yang sama atau perusaaan yang sama. Menfaatnya untuk menyediakan saluran langsung untuk koordinasi serta pemecahan masalah organisasi. Hal ini untuk menghindari dari keterlambatan dalam pengarahan dan untuk membentuk hubungan dengan rekan mereka.

materi bekerjasama dengan kolega dan pelanggan